Minggu, 13 November 2016

...



                                                                Tanah dan rindu

Lagi
Aku terjaga
Gelisah
Merindukanmu
Tetesan hujan telah berhasil membuatnya kembali gentayangan di pikiranku
Kau tau?
Rintik itu telah membuat
Bumi kering ini basah
Lalu
Becek dan licin
Membuat siapapun yang melaluinya
Tergelincir
Terluka

Kau tidaklah salah
Ya kau tidak bersalah
Aku yang bodoh
Karena tidak menyiapkan abu gosok
Yang seharusnya aku pakai
Untuk menimpa tanah becek itu

Jangan takiut
Tidakkah kau tau
Tanah yang tertutup abu gosok itu
Tetaplah tanah
Seperti itulah

Kau dan kenganan manis itu tetaplah ada
Walaupun pada akhirnya kubiarkan
Pintu hatiuku terbuka
Untuk siapapun
Yang kelak dapat menjadi pengobat luka
Yang selalu ditimbulkan oleh hati
Yang tak pernah berhenti
Menyebut kau sebagai cinta sejatinya